Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Acanthuriformes
Family: Acanthuridae
Genus: Acanthurus
Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Acanthuriformes
Family: Acanthuridae
Genus: Acanthurus
Habitat & Distribusi : Terumbu karang, kedalaman 1 - 40 m, Samudra Hindia-Pasifik
Makanan : Alga dan sisa makanan/bangkai (detritus)
Ukuran: Mencapai 31 cm
Jangka Hidup: 8 - 15 tahun
Deskripsi
Debam dua jalur memiliki tubuh yang bervariasi dari jingga-coklat, hijau-coklat muda atau abu-abu, dengan ekor kuning. Terdapat corak di dekat matanya yang menyerupai tapal kuda, atau "lambang letnan". Seperti botana lainnya, memiliki duri seperti bilah pisau bedah di pangkal ekornya, warnanya hitam.
Perilaku
Hidup menyendiri atau dalam kelompok kecil, sering terlihat meramban alga atau detritus yang ada di dasar perairan di siang hari, dengan ikan kakatua dan ikan lainnya.
Reproduksi
Pembuahan terjadi secara eksternal / di luar tubuh ikan. Betina akan melepas telurnya dekat permukaan, diikuti oleh jantan yang melepas sperma. Setelah pembuahan, telur berkembang menjadi larva yang mengambang selama sekitar tujuh minggu, sebelum akhirnya kembali ke habitatnya di terumbu karang. Musim kawin ikan ini berkisar dari Juli hingga Agustus, dan persiapan fisiknya dimulai dari April.
Komunikasi & Persepsi
Kebanyakan ikan botana/surgeonfish menggunakan penanda visual untuk berkomunikasi dan penglihatan untuk mencari makanan, menghindari bahaya dan menavigasi dasar laut.
Predator
Ikan pemangsa yang lebih besar
Status Konservasi : Risiko Rendah (IUCN Red List; 2010)
Fakta unik
Debam dua jalur mampu mengubah warnanya! Saat musim kawin, jantan dewasa cenderung lebih mencolok dengan marka yang lebih gelap untuk memikat sang betina. Saat sedang tertekan atau stres, warna tubuhnya dapat kemerahan atau keunguan.