Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Teleostei
Order: Anabantiformes
Family: Osphronemidae
Genus: Trichogaster
Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Teleostei
Order: Anabantiformes
Family: Osphronemidae
Genus: Trichogaster
Habitat & Distribusi : Menghuni sungai berarus lambat, anak sungai, dan danau di Asia Selatan (Pakistan, India dan Bangladesh)
Makanan : Serangga, larva serangga, krustasea kecil, dan tumbuhan air
Ukuran: Mencapai 12.5 cm
Jangka Hidup: 3 - 4 tahun
Deskripsi
Ikan Botia badut adalah sejenis ikan air tawar yang mudah dikenali dari tubuhnya yang panjang berwarna jingga keputihan hingga jingga kemerahan dengan tiga loreng segitiga hitam. Umumnya ikan dari perairan Kalimantan memiliki sirip perut berwarna jingga kemerahan dan hitam, sedangkan yang dari Sumatra sepenuhnya jingga kemerahan. Kepalanya relatif besar. Mulutnya mengarah ke bawah dan memiliki bibir yang tebal serta empat pasang sungut yang sedikit sulit terlihat.
Perilaku
Ikan Gurami Kerdil adalah ikan yang tenang, pemalu, dan bergerak dengan gerakan yang terukur. Mereka berenang di berbagai kedalaman air dan sesekali naik ke permukaan untuk menghirup udara. Ikan jantan bisa bersikap teritorial terhadap sesamanya dan dikenal karena kebiasaan mereka membuat sarang gelembung terapung menggunakan tanaman serta buih liur untuk melindungi telur-telur mereka.
Reproduksi
Reproduksi Trichogaster lalius (Gourami Kerdil) melibatkan sarang gelembung dan perawatan ayah yang khusus. Jantan membangun sarang busa di permukaan air, merayu betina, dan menjaga telur. Larva menetas dalam 12–24 jam dan berenang bebas dalam waktu tiga minggu.
Komunikasi & Persepsi
Trichogaster lalius (Ikan Gurami Kerdil) berinteraksi dengan lingkungannya melalui sistem sensorik multimodal kompleks yang optimal untuk habitat keruh dan rimbun. Secara visual, spesies ini mengandalkan perubahan warna drastis dan postur sirip yang mengembang untuk menunjukkan dominasi tanpa perlu terluka akibat perkelahian fisik. Kemampuan ini didukung kuat oleh persepsi taktil dan kimiawi; sirip perutnya yang termodifikasi menjadi "antena" peka berfungsi memetakan kondisi gelap sekaligus menyapa sesamanya, sementara pelepasan feromon secara aktif menstabilkan hierarki sosial dan meredam agresivitas ikan subordinat. Selain itu, mereka memanfaatkan komunikasi akustik dan mekanoreseptor untuk menjaga wilayah, menghasilkan suara "kotokan" fisik yang diamplifikasi oleh organ labirin berisi udara, sembari menggunakan sistem gurat sisi untuk mendeteksi getaran air serta perubahan tekanan dari rival atau mangsa di sekitarnya.
Predator
Ikan gabus (Chana), serta burung air seperti burung raja-udang dan burung kuntul.
Status Konservasi : Not Evaluated
Fakta Unik
Mereka dapat bernapas menggunakan udara karena memiliki organ khusus yang disebut labirin. Organ ini berfungsi layaknya paru-paru, yang memungkinkan mereka menghirup oksigen langsung dari udara. Kemampuan ini membuat mereka dapat bertahan hidup di perairan rawa yang minim oksigen di alam liar.