Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Mammalia
Order: Carnivora
Family: Canidae
Genus: Vulpes
Habitat & Distribusi : Hutan, tundra, padang rumput, gurun pasir, pegunungan, lahan peternakan dan kawasan pemukiman; tersebar di setiap benua kecuali Amerika selatan dan Antartika
Makanan : burung, mamalia, reptil, serangga, buah dan bangkai.
Ukuran:
tinggi pada bahu: 35 - 50 cm
panjang tubuh: 30 - 55,5 cm
bobot tubuh: 2,2 - 14 kg
Jangka Hidup:
3 - 12 tahun (di alam liar)
12 - 15 tahun (di lembaga konservasi)
Deskripsi
Rubah merah memiliki tubuh yang memanjang dengan kaki yang pendek. Ekornya berbulu tebal dan juga sangat panjang, sekitar 70% dari panjang total tubuhnya. Telinganya berbentuk segitiga dan berukuran sangat besar, yaitu sekitar 7,7 - 12,5 cm. Wajahnya ramping dengan moncong yang memanjang. Tengkoraknya kecil, dan tengkorak betina lebih kecil dari jantan. Ia memiliki kumis yang panjang dan cakar yang dapat disembunyikan, mirip seperti kucing.
Warna bulunya dapat bermacam-macam tergantung pada daerah asalnya. Namun, umumnya dominan merah di bagian atas kepala dan tubuh, dan putih pada bagian bawah wajah, dada dan perut, serta ujung ekor. Kakinya hitam atau kecoklatan. Variasi warna lain yang dapat ditemukan adalah melanistik parsial atau cross fox yang memilki wajah kecoklatan hitam serta belang hitam pada bulunya yang merah, umumnya ditemukan di Kanada; serta varian melanistik silver fox dengan bulu yang hampir seluruhnya hitam dengan rambut halus keperakan.
Perilaku
Rubah ini cenderung soliter, atau hanya hidup dalam kelompok kecil bersama keluarga, disebut leash. Cukup teritorial. Suatu wilayah ditempati hanya oleh induk jantan dan betina serta anak-anaknya.
Umumnya membuat sarang dari tanah dan liang darurat yang lebih dalam untuk berlindung dari cuaca buruk. Sarang yang sama dapat digunakan dari generasi ke generasi.
Cenderung nokturnal atau krepuskular, aktif di malam hari, petang dan subuh. Saat berburu tikus, ia akan mematung, mendengar dan mengawasi tikus yang ia lacak. Kemudian, ia dapat melesat dengan kecepatan mencapai 48 km/jam dan melompat mencapai ketinggian 2 m sebelum mencekam sang tikus ke tanah. Mereka dapat makan 0,5 - 1 kg makanan setiap harinya. Jika ada kelebihan makanan, dapat menguburnya dalam sarangnya sebagai cadangan.
Reproduksi
Umumnya monogamis, tetapi ada juga jantan dengan beberapa pasangan betina. Masa kawin berlangsung dari 1 - 6 hari, kopulasi terjadi selama 15 - 20 menit, dan implantasi telur yang dibuahi terjadi sekitar 10 - 14 hari setelah kawin. Sesaat sebelum dan sesudah melahirkan, betina akan menetap di dalam atau sekitar sarang, sedangkan jantan akan menyediakan pasangannya dengan makanan, tetapi tak memasuki sarang. Kehamilan berlangsung selama 51 - 53 hari dan dapat menghasilkan 1 - 13 anak.
Anak-anak ini akan menetap di sarang selama 4 - 5 minggu hingga 7 bulan dan dirawat ibunya, dengan bantuan anak-anak rubah yang lebih tua, baik jantan maupun betina. Mencapai kedewasaan pada 10 bulan.
Komunikasi & Persepsi
Rubah berkomunikasi dengan satu sama lain menggunakan vokalisasi / suara, gestur atau bahasa tubuh, raut wajah serta tanda bau (scent marking).
Terdapat setidaknya 28 jenis vokalisasi / suara bertaraf lima oktaf untuk berkomunikasi, di antaranya untuk memanggil dan berinteraksi. Untuk memanggil, ia akan menggonggong dengan tiga hingga lima suku kata, suaranya mirip wow-wow-wow. Rubah dewasa akan mendengus untuk memanggil anaknya. Untuk berinteraksi, mereka dapat mengeluarkan suara melengking jika posisinya lebih submisif dari lawannya. Selain itu, rubah betina (vixen) juga dapat mengeluarkan suara "waaaaah" yang panjang untuk memanggil jantan (todd) saat musim kawin tiba.
Bahasa tubuhnya mengandalkan posisi dan pergerakan telinganya yang besar dan ekornya yang tebal untuk menandakan posisi agresif/dominan atau takut/submisif, atau pencampuran keduanya.
Ia menggunakan urine, feses, serta sekresi kelenjar endus di bawah ekor, di sekeliling mulut dan di bawah kakinya untuk menandai wilayahnya dengan baunya (scent marking).
Predator
Burung elang, karnivora lain (serigala abu-abu, beruang, koyote, singa gunung) dan manusia.
Status Konservasi : Risiko Rendah (IUCN Red List; 2021)
Fakta Unik
Kamus Mini Bahasa Tubuh Rubah
Mari belajar bahasa tubuh rubah bersama!
Saat ingin bermain: telinganya tegak dan ia berdiri dengan kaki belakangnya
Saat jantan mau merayu betina, atau berhasil mengusir penyusup: mengarahkan telinga keluar dan mengangkat ekornya dengan ujung diangkat ke atas
Saat takut: tersenyum dengan penuh keputusasaan, melengkungkan punggung, membungkukkan tubuh mereka dalam posisi jongkok, serta mengibaskan ekor ke depan belakang dengan telinga memipih ke belakang.