Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Echinodermata
Class: Asteroidea
Order: Valvatida
Family: Oreasteridae
Genus: Culcita
Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Echinodermata
Class: Asteroidea
Order: Valvatida
Family: Oreasteridae
Genus: Culcita
Habitat & Distribusi : Terumbu karang, kedalaman 1 - 20 m, Samudra Hindia-Pasifik barat
Makanan : polip karang, material organik, bulu babi, kerang, alga mengerak
Ukuran: diameter 30 - 40 cm
Jangka Hidup: 20 tahun
Deskripsi
Bintang laut bantal, sesuai dengan namanya memiliki lengan yang pendek dan tubuh yang menggembung, mirip seperti bantal atau bola. Sisi atasnya memiliki warna dan pola yang sangat bervariasi, dengan tonjolan-tonjolan dan lingkaran-lingkaran. Sisi bawahnya cenderung rata dengan lima alur tempat kaki tabungnya berada, pendek dengan ujung penghisap. Saat masih kecil, bentuknya lebih memipih dan mirip seperti bintang. Saat dewasa, bentuknya hanya mirip bintang saat berada di luar air, di mana ia akan "mengempis".
Perilaku
Cenderung ditemukan di dataran terumbu dengan banyak karang keras, hidup menyendiri/soliter atau setidaknya saling berjarak satu sama lain, bersembunyi di belakang batu-batuan. Jika terbalik, dapat membalikkan dirinya sendiri dengan cara menggembungkan sisi punggung menjadi sangat bulat, kemudian menunggu dorongan dari ombak untuk menegakkan kembali tubuhnya.
Mereka adalah predator koralivor, aktif memakan polip karang keras, invertebrata mengerak lainnya, serta saat kecil, alga mengerak.
Reproduksi
Dapat berkembangbiak secara aseksual (regenerasi) dan seksual (spawning). Pada setiap pemijahan, bintang laut betina dapat melepaskan hingga 7 juta telur kecil ke dalam air, di mana kemudian pembuahan akan terjadi dengan sperma yang dilepas bintang laut jantan, menghasilkan larva planktonik yang berenang dekat permukaan sekitar 18 hari lamanya sebelum berdiam di dasar untuk metamorfosis menjadi bintang laut juwana. Dapat mencapai 2 tahun untuk bentuk dewasa.
Komunikasi & Persepsi
Mereka berkomunikasi dan berinteraksi dengan lingkungan mereka terutama melalui sinyal kimia dan kontak fisik. Di ujung lengan setiap bintang laut terdapat "mata" sederhana yang sedikit mirip dengan mata serangga, mampu melihat gelap dan terang dan keberadaan benda besar di depannya.
Predator
Ikan Buntal, Ikan Kakatua
Status Konservasi : Tidak Dievaluasi
Fakta unik
Bintang laut ini memiliki rangka keras yang tersusun dari kapur. Rangka keras ini, digabung dengan bentuk tubuhnya yang menggembung membuatnya sulit untuk dimakan oleh predator!