Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Cnidaria
Class: Anthozoa
Order: Malacalcyonacea
Family: Acanthogorgiidae
Genus: Acalycigorgia
Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Cnidaria
Class: Anthozoa
Order: Malacalcyonacea
Family: Acanthogorgiidae
Genus: Acalycigorgia
Habitat & Distribusi : Samudra Hindia-Pasifik
Makanan : Plankton
Ukuran: 20 - 40 cm
Jangka Hidup: 1 - 2 tahun
Deskripsi
Kipas Laut Biru adalah jenis karang lunak non-fotosintetik yang memiliki perpaduan warna kontras dan struktur cabang yang indah. Karang ini membentuk jaringan percabangan menyerupai kipas yang rimbun dan halus, dengan tinggi yang biasanya mencapai 20 hingga 40 sentimeter. Kerangka utamanya ditopang oleh poros tengah fleksibel yang terbuat dari protein gorgonin, umumnya berwarna jingga, merah, atau kekuningan. Bagian batangnya diselimuti oleh polip-polip berbulu berbentuk bulat dengan warna biru tua atau ungu cerah yang tampak seperti buah beri biru (blueberry). Polip-polip ini bersifat non-retraktil, yang berarti mereka tidak dapat menarik diri sepenuhnya ke dalam batang kerangka, melainkan hanya bisa mengerut dan melipat ke dalam mendekati permukaan tubuh karang saat merasa terganggu.
Perilaku
Perilaku Karang Kipas Biru ini berpusat pada reaksi polipnya terhadap arus air untuk makan dan melindungi diri. Sebagai penyaring pasif, karang ini akan membuka polip birunya secara penuh untuk menangkap mikroplankton yang terbawa arus, lalu menutupnya selama beberapa detik untuk mencerna makanan tersebut. Di alam liar, koloninya selalu tumbuh tegak lurus dengan arah arus utama demi memaksimalkan tangkapan nutrisi. Sebaliknya, jika mendeteksi ancaman, atau jika arus air di sekitarnya terlalu tenang maupun terlalu ekstrem, polip akan otomatis menguncup dan melipat ke dalam untuk melindungi dirinya.
Reproduksi
Reproduksi Karang Kipas Biru terjadi melalui metode seksual dan aseksual. Secara seksual, karang ini melakukan pelepasan sel telur dan sperma secara massal ke kolom air yang mengikuti siklus bulan, di mana fertilisasi tersebut menghasilkan larva planula yang nantinya akan hanyut dan menempel pada substrat baru. Sementara secara aseksual, mereka memperbanyak diri melalui pertunasan untuk memperbesar koloni, serta melalui fragmentasi, yaitu ketika potongan cabang yang patah akibat arus kuat atau dipotong sengaja dapat menempel kembali ke batu untuk tumbuh menjadi koloni baru yang identik.
Komunikasi & Persepsi
Komunikasi dan persepsi Acalycigorgia sp. bertumpu pada jaringan saraf sederhana dan interaksi kimiawi karena mereka tidak memiliki otak. Karang ini mempersepsikan lingkungannya menggunakan kemoreseptor dan reseptor mekanis pada polipnya untuk mendeteksi makanan, sentuhan fisik, serta perubahan arus air. Komunikasi antar-polip dalam satu koloni terjadi melalui sinyal listrik internal; jika satu polip disentuh atau diserang, sinyal bahaya akan merambat cepat sehingga polip-polip di sekitarnya ikut menguncup secara serentak demi perlindungan. Selain itu, mereka melakukan biokomunikasi luar dengan melepaskan senyawa kimia ke air untuk mempertahankan wilayahnya dari karang lain.
Predator
Gastropoda (siput), nudibranch (kelinci laut), dan ikan tertentu
Status Konservasi : Not Evaluated