Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Teleostei
Order: Apogoniformes
Family: Apogonidae
Genus: Ostorhinchus
Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Teleostei
Order: Apogoniformes
Family: Apogonidae
Genus: Ostorhinchus
Habitat & Distribusi : Samudra Hindia-Pasifik
Makanan : Krustasea kecil, zooplankton, cacing kecil
Ukuran: 6 - 8 cm
Jangka Hidup: 4 - 6 tahun
Deskripsi
Ikan capungan liris kuning merupakan ikan air laut yang memiliki warna unik. Tubuhnya yang agak memanjang menampilkan kombinasi warna yang sangat kontras, di mana warna perak kebiruan berkilau pada bagian dasar kepalanya berpadu dengan celah tubuh berwarna putih mutiara. Ciri paling khas dari ikan kardinal ini adalah kehadiran lima garis horizontal sempit berwarna oranye-kuning terang yang membentang di sepanjang badannya. Selain itu, terdapat satu setengah garis unik berwarna serupa yang dimulai dari bagian atas mata dan terputus tepat di bawah sirip punggung pertamanya. Sebagai ikan yang aktif di malam hari, spesies ini juga dibekali dengan sepasang mata berukuran besar berpupil gelap yang sangat mencolok untuk membantunya melihat dalam kondisi minim cahaya.
Perilaku
Ikan capungan liris kuning adalah ikan laut dari keluarga ikan kardinal yang aktif pada malam hari (nokturnal). Pada siang hari, ikan ini cenderung pasif dan menghabiskan sebagian besar waktunya dengan bersembunyi dalam kelompok kecil di area aman, seperti di sela-sela terumbu karang, laguna dangkal, atau bahkan di antara duri-duri tajam bulu babi untuk melindungi diri dari predator. Begitu malam tiba, mereka menjadi sangat aktif keluar dari tempat berlindung untuk berburu makanan, terutama plankton dan krustasea kecil yang melayang di kolom air. Di luar waktu mencari makan, ikan ini dikenal sebagai makhluk sosial yang kerap membentuk kawanan, serta sering terlihat hidup berpasangan, terutama ketika memasuki musim reproduksi.
Reproduksi
Ikan capungan liris kuning memiliki sistem reproduksi mouthbrooding, di mana ikan jantan mengerami telur yang telah dibuahi di dalam rongga mulutnya. Selama masa inkubasi, sang jantan berpuasa total demi melindungi telur tersebut hingga menetas menjadi larva.
Komunikasi & Persepsi
Capungan Liris Kuning mengintegrasikan indra visual, kimiawi, dan hidrodinamika untuk berkomunikasi dan bertahan hidup di kegelapan malam. Secara visual, mata mereka peka terhadap cahaya redup untuk mengenali garis kuning sesamanya, dibantu perubahan warna bintik ekor sebagai sinyal navigasi kelompok. Secara kimiawi, mereka melepas dan mendeteksi feromon melalui lendir tubuh untuk mengenali anggota kelompok serta menavigasi jalan pulang ke sarang, meski kemampuan penciuman ini kini terancam oleh peningkatan karbon dioksida di laut. Di lingkungan yang gelap, getaran air dideteksi melalui sistem garis lateral untuk berburu dan menghindari predator, sementara suara ketukan rendah serta tarian ritual digunakan untuk mempertahankan wilayah dan memikat pasangan saat musim kawin.
Predator
Kerapu, belut moray, dan ikan lepu ayam (lionfish)
Status Konservasi : Least Concern