Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Teleostei
Ordo: Anguilliformes
Family: Muraenidae
Genus: Rhinomuraena
Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Teleostei
Ordo: Anguilliformes
Family: Muraenidae
Genus: Rhinomuraena
Habitat & Distribusi : Samudra Hindia-Pasifik
Makanan : Ikan - ikan kecil
Ukuran:130 cm
Jangka Hidup: .5 - 20 tahun
Deskripsi
Belut Pita Pelangi adalah sejenis belut moray (famili: Muraenidae) yang dicirikan oleh tubuh pipih dan memanjang seperti pita, atau naga dari mitologi Tiongkok. Biasanya mereka menyembunyikan sebagian besar tubuh mereka di dasar pasir atau di antara celah karang dan sering ditemukan di antara reruntuhan karang mati, dengan bagian kepalanya saja yang keluar. Pada ujung mulutnya terdapat perpanjangan di area lubang hidung (nostril) yang digunakan untuk merasakan getaran untuk mencari makan dan mengetahui adanya bahaya.
Perilaku
Belut pita pelangi (Rhinomuraena quaesita) adalah predator penyergap yang pemalu, penuh warna, dan menunjukkan dimorfisme seksual yang ditemukan di puing-puing karang Indo-Pasifik, serta dikenal suka tinggal di lubang yang sama selama berbulan-bulan. Mereka adalah hermafrodit protandri, yang berkembang matang dari warna hitam (juvenil) menjadi biru (jantan), dan akhirnya kuning (betina). Mereka adalah karnivora yang selalu membuka mulutnya untuk bernapas, bukan untuk menunjukkan agresivitas.
Reproduksi
Belut pita pelangi (Rhinomuraena quaesita) adalah hermafrodit protandri, yang berarti mereka semua terlahir sebagai jantan (berwarna hitam), berubah menjadi jantan berwarna biru-kuning saat dewasa, dan akhirnya bertransisi menjadi betina berwarna kuning. Setelah kawin dan bertelur, belut betina akan mati dalam waktu satu bulan. Telur-telur tersebut akan terapung selama sekitar delapan minggu sebelum akhirnya menetas menjadi larva.
Komunikasi & Persepsi
Belut pita pelangi (Rhinomuraena quaesita) berkomunikasi dan merasakan lingkungannya terutama melalui indra kimiawi dan taktil (sentuhan) khusus yang sangat berkembang, menavigasi dunia mereka melalui sentuhan, penciuman, dan getaran alih-alih penglihatan. Komunikasi mereka sering kali bersifat non-verbal, melibatkan sinyal-sinyal kimiawi, dan mereka biasanya hidup menyendiri (soliter), serta hanya berinteraksi saat musim kawin
Predator
Ikan Kerapu, Ikan Barakuda
Status Konservasi : Least Concern