Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Echinodermata
Class: Asteroidea
Order: Valvatida
Family: Archasteridae
Genus: Archaster
Habitat & Distribusi : Samudra Hindia-Pasifik
Makanan : Plankton, Alga, dan detritus
Ukuran: mencapai 12 - 15 cm
Jangka Hidup: 3 - 5 tahun
Deskripsi
Archaster typicus umumnya dikenal sebagai bintang laut pasir atau bintang laut penyaring pasir, berlengan lima dengan lengan yang panjang, sedikit meruncing, dan berujung lancip. Terkadang ditemukan pula individu dengan tiga, empat, atau bahkan enam lengan. Bintang laut ini beradaptasi untuk hidup di dasar laut berpasir. ia membenamkan diri di dalam sedimen saat air pasang dan bergerak di atas permukaan sedimen saat air surut. Warna umumnya adalah abu-abu atau kecokelatan, dengan beragam corak bercak gelap dan terang yang terkadang membentuk pola chevron (huruf V terbalik). Bagian bawah tubuhnya berwarna pucat. Tubuhnya agak menggembung dan terdapat madreporit berwarna keputihan di dekat pusat cakram tubuhnya. Lempeng-lempeng pelindung kecil yang menutupi permukaan atas lengan tersusun dalam baris-baris sejajar yang rapi ciri ini membedakannya dari Astropecten polyacanthus yang memiliki kemiripan dalam hal kebiasaan maupun warna. Duri-durinya, yang tersusun membentuk tepian di sekeliling tubuh, berukuran pendek, pipih, dan lebih tumpul.
Perilaku
Archaster typicus menggunakan kaki tabung (tube feet) yang berbentuk runcing (tanpa mangkuk isap seperti bintang laut karang) untuk memindahkan butiran pasir ke samping. Hal ini memungkinkan mereka tenggelam dan menghilang ke dalam pasir dalam waktu beberapa menit.Kedalaman. Mereka biasanya mengubur diri tepat di bawah permukaan pasir (sekitar 1–3 cm). Perilaku ini berfungsi sebagai perlindungan utama dari predator alami seperti burung laut, ikan besar, dan kepiting saat air pasang maupun surut.
Reproduksi
Berbeda dengan banyak echinodermata lain yang melepaskan sel telur dan sperma secara acak ke air, Archaster typicus melakukan ritual perkawinan yang terkoordinasi. Bintang laut jantan akan memanjat dan berada di atas bintang laut betina, menyelaraskan lengan-lengan mereka (pseudocopulation). Posisi bertumpukan ini dapat berlangsung selama beberapa hari. Saat betina melepaskan telur, jantan akan langsung melepaskan sperma secara bersamaan.
Komunikasi & Persepsi
Cara komunikasi paling krusial bagi Archaster typicus terjadi saat musim kawin. Bintang laut betina yang matang akan melepaskan zat kimia berupa feromon seks ke kolom air secara perlahan. Melalui sensor kimia (kemoreseptor) yang tersebar di sepanjang kaki tabung dan ujung lengannya, bintang laut dapat mendeteksi keberadaan feromon ini dari jarak jauh. Sinyal ini memicu bintang laut bergerak lebih aktif mencari sumber bau guna menemukan posisi betina atau bintang laut lain.
Predator
Ikan Buntal, Udang Harlequin, dan Ikan Triger
Status Konservasi : Not Evaluated