Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Teleostei
Order: Labriformes
Family: Labridae
Genus: Halichoeres
Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Teleostei
Order: Labriformes
Family: Labridae
Genus: Halichoeres
Habitat & Distribusi : Terumbu karang & area berpasir, Samudera Hindia Timur dan Pasifik Barat
Makanan : Zooplankton dan invertebrata kecil
Ukuran: <12 cm
Jangka Hidup: 5-7 tahun
Deskripsi
Ikan Keling Kuning mempunyai warna kuning cerah dengan beberapa variasi tergantung pada fase hidupnya. Ikan betina muda memiliki dua bintik hitam berpinggir putih atau kuning muda di sirip punggung dan satu di pangkal ekornya. Ikan betina dewasa atau jantan muda hanya memiliki kedua bintik hitam pada sirip punggungnya. Sementara itu, ikan jantan dewasa hanya memiliki satu bintik hitam di bagian depan sirip punggung, bintik berwarna muda di belakang mata, dan alur hijau hingga merah muda tak beratur pada wajahnya. Ikan ini hidup di tubir terumbu luar, dengan dasar berpasir atau berpuing, memangsa berbagai invertebrata kecil yang ada di dasar, seperti moluska, krustasea, cacing, dan ekinodermata.
Perilaku
Ikan Keling Kuning (Halichoeres chrysus), yang sering disebut Yellow Coris Wrasse, adalah ikan laut berwarna cerah yang populer, dikenal karena tingkat aktivitasnya yang tinggi dan sifatnya yang damai. Mereka adalah pemburu yang aktif yang menghabiskan hari-harinya menjelajahi terumbu dan memburu invertebrata kecil, menjadikannya pilihan yang sangat baik untuk pengendalian hama di akuarium terumbu.
Reproduksi
Ikan Keling Kuning (Halichoeres chrysus) adalah hermafrodit protogini, artinya mereka semua lahir sebagai betina dan memiliki kemampuan untuk berubah menjadi jantan. Mereka hidup dalam harem di alam liar, biasanya terdiri dari satu jantan dominan dan beberapa betina
Komunikasi & Persepsi
Ikan Keling Kuning (Halichoeres chrysus) berkomunikasi dan memahami lingkungannya terutama melalui penglihatan yang canggih, menggunakan pola warna untuk memfasilitasi struktur sosial dan interaksi intraspesifik. Meskipun komunikasi visual sangat penting karena gaya hidup mereka yang aktif di siang hari (diurnal) di lingkungan dangkal yang kaya cahaya, mereka juga memanfaatkan isyarat kimia dan kemungkinan isyarat perilaku seperti menggali di pasir untuk mengatur hubungan sosial.
Predator
ikan singa, dogfish, hiu, dan ikan barakuda
Status Konservasi : Least Concern (2009)