Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Teleostei
Order: Perciformes
Family: Pomacentridae
Genus: Plectroglyphidodon
Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Teleostei
Order: Perciformes
Family: Pomacentridae
Genus: Plectroglyphidodon
Habitat & Distribusi : Samudera Hindia Barat, Australia-Oseania, Laut Asia Timur
Makanan : Alga bentik, Detritus
Ukuran: Mencapai 13 cm
Jangka Hidup: 3 - 5 tahun
Deskripsi
Secara fisik, ikan Betok Garis Putih memiliki tubuh oval pipih berukuran 11–12 cm yang penampilannya berubah drastis seiring bertambahnya usia (ontogenetic color change). Pada fase dewasa, ikan ini tampil dengan warna dasar cokelat tua atau cokelat keabu-abuan yang dilengkapi satu garis vertikal putih/abu-abu pucat khas di tengah tubuhnya serta susunan gigi kuat untuk mengikis alga. Sebaliknya, fase anak (juvenile) memiliki warna cokelat kekuningan yang lebih cerah dengan hiasan bintik-bintik biru elektrik di kepala dan punggung, serta bercak hitam bermata palsu berpinggiran biru terang pada sirip punggung belakangnya untuk mengelabui predator.
Perilaku
Perilaku ikan Betok Garis Putih sangat dipengaruhi oleh habitatnya yang keras di zona pecah ombak. Ikan ini dikenal sangat teritorial dan agresif karena mereka aktif melakukan perilaku "berkebun alga", yaitu menjaga ketat area batuan tertentu dari ikan lain demi mengamankan pasokan makanan utamanya yaitu alga.
Reproduksi
Siklus reproduksi ikan ini bersifat ovipar (bertelur) dan melibatkan pembentukan pasangan monogami yang jelas selama musim kawin. Proses pembuahan terjadi di celah karang, di mana ikan betina akan menempelkan telur-telurnya yang bersifat demersal (melekat erat) pada permukaan batu agar tidak hanyut tersapu arus ombak yang kuat. Setelah pemijahan selesai, ikan jantan mengambil alih peran penuh untuk menjaga sarang, mengipasi telur dengan siripnya agar pasokan oksigen tetap terjaga, dan melindunginya secara agresif dari predator hingga menetas.
Komunikasi & Persepsi
Sistem komunikasi dan persepsi ikan Plectroglyphidodon leucozonus bertumpu pada tiga indra utama untuk bertahan hidup di zona ombak yang berisik: mereka menghasilkan suara ketukan atau kerikan dari tenggorokan untuk mengusir musuh dan memikat pasangan, menggunakan penglihatan warna yang tajam untuk mengenali tanda tubuh (seperti garis putih dan bintik biru) sesamanya, serta mengandalkan gurat sisi (lateral line) yang sensitif untuk merasakan getaran air agar bisa tetap bernavigasi dengan aman di tengah hantaman ombak yang bergejolak.
Predator
Ikan Kerapu, Ikan Kakap, Ikan Kuwe
Status Konservasi : Least Concern