Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amphibia
Order: Anura
Family: Dendrobatidae
Genus:Phyllobates
Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Amphibia
Order: Anura
Family: Dendrobatidae
Genus:Phyllobates
Habitat & Distribusi : Hutan, Kosta Rika
Makanan : Serangga
Ukuran: 3,5 cm
Jangka Hidup: 15 tahun
Deskripsi
Katak ini memiliki tubuh yang halus dibandingkan dengan katak beracun lainnya. Warnanya cenderung hitam pekat, tetapi mungkin tampak berkilauan karena pigmen kulitnya. Ciri khasnya adalah dua garis di sepanjang punggungnya, biasanya berwarna oranye menyala tetapi juga bisa berwarna emas, kuning, atau hijau.
Perilaku
Mereka melakukan praktik "membawa ransel," di mana induknya membawa kecebong yang baru menetas ke kanopi hutan untuk menempatkannya di kolam air kecil di dalam daun bromelia.
Reproduksi
Katak beracun Golfoducean berkembang biak di darat, dengan betina meletakkan 7–21 telur di dedaunan di serasah setiap 1–2 minggu. Jantan menjaga dan menghidrasi telur selama sekitar dua minggu hingga menetas, kemudian membawa kecebong di punggungnya ke sumber air seperti sungai atau ketiak daun.
Komunikasi & Persepsi
Mereka berkomunikasi terutama melalui vokalisasi untuk menetapkan wilayah, menarik pasangan, dan selama masa pacaran, dengan suara-suara ini sering digambarkan sebagai kicauan bernada tinggi, dengungan, atau siulan bergetar. Mereka bersifat teritorial di siang hari, menggunakan suara-suara ini untuk menentukan ruang mereka.
Predator
Ular Perut Api
Status Konservasi :
Rentan (IUCN Red List; 2020)
Apendiks II (CITES; 2022)
Fakta unik
Kulit katak ini mengandung racun batrokotoksin yang diketahui dapat menyebabkan nyeri, kejang-kejang dan paralisis. Racun ini digunakan untuk pertahanan diri sang katak dan bukan dihasilkan tubuhnya sendiri, melainkan dikumpulkan dari berbagai serangga atau invertebrata kecil yang ia makan di alam liar.