Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Atheriniformes
Family: Melanotaeniidae
Genus: Glossolepis
Habitat & Distribusi : Endemik Danau Sentani, Papua, Indonesia
Makanan : Alga, plankton, dan detritus
Ukuran: mencapai 10-15 cm
Jangka Hidup: Mencapai 8 tahun
Deskripsi
Ikan Pelangi Merah memiliki tubuh yang tumbuh semakin tinggi berpunuk (bertubuh dalam) seperti bentuk belahan ketupat seiring bertambahnya usia, kontras dengan ukuran kepalanya yang kecil, moncong lancip, dan mata yang besar. Antara betina dan pejantan Ikan Pelangi Merah terdapat perbedaan warna yang terlihat, hal ini terjadi setelah ikan ini mendekati dewasa, betina memiliki warna jauh lebih sedikit dan sirip transparan lebih memanjang dan memiliki warna kuning zaitun. Sedangkan pejantan akan berubah menjadi warna merah terang setelah mencapai ukuran 5 cm.
Perilaku
ikan yang hidup dalam kelompok besar di sepanjang area dangkal Danau Sentani yang kaya akan vegetasi tanaman air dan kayu tenggelam. Pejantan dominan akan melakukan gerakan tarian cepat sambil menegakkan sirip dan memperterang warna merahnya (flashing) untuk mengintimidasi pejantan lain sekaligus memikat betina.
Reproduksi
Proses perkawinan selalu dipicu oleh datangnya cahaya fajar di pagi hari, yang ditandai dengan ritual pejantan menyalakan garis neon emas di dahinya sambil melakukan tarian agresif. Saat memijah, ikan ini berperilaku sebagai penyebar telur (egg scatterer) di mana mereka akan menggiring pasangannya ke sela-sela tanaman lebat untuk menempelkan telur-telurnya, Spesies ini bersifat partial spawner, artinya betina tidak mengeluarkan seluruh telurnya sekaligus, melainkan hanya melepaskan 20 hingga 50 butir telur berperekat setiap hari yang berlangsung terus-menerus selama beberapa minggu selama musim kawin.
Komunikasi & Persepsi
Glossolepis incisa sangat didominasi oleh sistem visual yang tajam serta kepekaan mekanoreseptor gurat sisi untuk beradaptasi dengan lingkungan permukaan Danau Sentani yang terang. Di sisi lain, mata mereka yang besar sangat akurat dalam memperhitungkan distorsi cahaya di permukaan air, sementara pantulan cahaya dari sisik sesama spesies mempermudah pengenalan anggota kelompok. Selain penglihatan, mereka mengandalkan sistem gurat sisi (lateral line) yang peka terhadap perubahan tekanan air untuk menyinkronkan gerakan berenang.
Predator
Ikan gabus, ikan louhan, dan burung air
Status Konservasi : Endangered (IUCN Red list)