Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Chordata
Class: Actinopterygii
Order: Siluriformes
Family: Mochokidae
Genus: Synodontis
Habitat & Distribusi : Sungai - Sungai di Afrika
Makanan : Alga, lumut, bahan organik
Ukuran: 20 - 30 cm
Jangka Hidup: 10 - 20 tahun
Deskripsi
Synodontis eupterus adalah ikan lele air tawar berukuran sedang yang memiliki bentuk tubuh padat dan agak pipih ke samping (lateral) dengan bagian perut yang cenderung datar. Ciri fisik paling ikonik dari ikan ini adalah sirip punggungnya yang sangat besar, tinggi, dan tegak melebar seperti layar atau bulu burung, di mana ujung jari-jari siripnya akan memanjang menjadi filamen halus seiring bertambahnya usia.
Perilaku
Synodontis eupterus dikenal sebagai ikan yang damai namun teritorial, dengan perilaku paling unik berupa kebiasaan mereka yang sering berenang terbalik. Mereka sangat suka berenang atau menempel di bawah dekorasi (seperti kayu atau gua) dengan posisi perut menghadap ke atas. Perilaku alami ini membantu mereka mengambil makanan di permukaan air atau di bawah sela-sela batu.
Reproduksi
Synodontis eupterus berkembang biak dengan cara bertelur (ovipar) sebagai ikan penyebar telur (egg scatterer), yang di alam liar prosesnya sangat dipengaruhi oleh datangnya musim banjir musiman di sungai-sungai Afrika. Ketika musim kawin tiba, sepasang ikan akan memijah lalu menyebarkan telur-telurnya begitu saja di sela-sela bebatuan, akar tanaman, atau substrat keras tanpa memberikan perawatan sama sekali setelahnya (no parental care).
Komunikasi & Persepsi
Synodontis eupterus memiliki sistem komunikasi dan persepsi lingkungan yang sangat kompleks melalui perpaduan kemampuan akustik (suara), pendengaran sensitif, serta indra elektroresepsi. Ikan yang aktif di malam hari ini berkomunikasi secara akustik dengan cara menggesekkan pangkal duri sirip dadanya ke rongga bahu. Mekanisme mekanis tersebut menghasilkan suara deritan atau pekikan khas (squeak) sebagai sinyal peringatan (alarm call) untuk mengusir predator atau mempertahankan wilayah teritorialnya. Synodontis eupterus dapat menavigasi lingkungan air sungai yang gelap dan keruh, memetakan wilayah sekitarnya, melacak posisi mangsa di dasar lumpur, hingga mendeteksi keberadaan sesama jenisnya dengan sangat akurat. Kemampuan tersebut masih didukung oleh tiga pasang sungut (kumis) sensitif di sekitar mulutnya yang kaya akan reseptor kimiawi untuk meraba dan mengendus sisa-sisa makanan
Predator
Buaya, Burung Elang, Ikan Goliath
Status Konservasi : Least Concern (LC)