Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Cnidaria
Class: Hexacorallia
Order: Scleractinia
Family: Fungiidae
Genus: Fungia
Habitat & Distribusi : Perairan tenang terumbu karang, laguna, kedalaman 2 - 25 m, samudra Hindia-Pasifik
Makanan : Fotosintesis dari zooxanthellae; plankton; partikel tersuspensi; material organik terlarut dalam air
Ukuran: mencapai 30 cm
Jangka Hidup: 10 tahun
Deskripsi
Karang piringan hijau atau karang Fungia adalah sejenis karang keras dengan satu polip yang besar (Large Polyp Stony Coral). Warnanya cerah dan dapat berupa putih, merah muda, merah, ungu, biru, kuning dan hijau. Cakram tubuhnya bundar atau oval dan mulutnya berada di bagian tengah, dikelilingi oleh tentakel. Polipnya berada dalam rangka kapur, koralitnya. Memiliki sekat koralit yang kokoh,
Perilaku
Cenderung soliter. Saat muda, berdiam di satu titik, melekat pada substrat keras seperti batu-batuan. Namun saat dewasa, melepaskan diri dan hidup bebas, mampu bergerak dengan cara mengembangkan dan mengempiskan jaringannya.
Reproduksi
Dapat berkembang biak secara seksual maupun aseksual. Secara seksual, individu karang melepaskan sel planula dan sperma ke perairan di mana pembuahan terjadi secara eksternal. Individu betina melepaskan planula sepanjang musim kawin, individu jantan melepaskan sperma ke perairan dengan jarak waktu tertentu, sedangkan individu hermaprodit dapat melepaskan planula dan sperma secara beruntut atau sekaligus. Pembuahan dapat terjadi secara silang maupun sendiri (self-fertilization). Secara aseksual, dapat berkembangbiak dengan pertunasan.
Komunikasi & Persepsi
Seperti kebanyakan terumbu karang, mereka berkomunikasi menggunakan isyarat kimia.
Predator
Angelfish, butterfly fish, bintang laut, penyu dan burung laut.
Status Konservasi : Risiko Rendah (IUCN Red List; 2024)
Fakta Unik
Reproduksi aseksual dapat terpicu oleh kondisi stres. Saat mengalami tekanan lingkungan dan dekalsifikasi (kehilangan zat kapur) pada rangkanya, anakan karang (anthocauli) dapat terbentuk, menghasilkan individu yang identik dengan induknya. Individu ini akan berkembang pada tubuh induknya sampai ia cukup mampu untuk berkembang sendiri.