Taksonomi
Kingdom: Animalia
Filum: Cnidaria
Kelas: Hexacorallia
Ordo: Scleractinia
Famili: Poritidae
Genus: Goniopora
Habitat & Distribusi : Terumbu karang, Kedalaman 9-20m , Samudra Hindia-Pasifik
Makanan : Hasil fotosintesis zooxanthellae; zooplankton dan krustasea kecil
Ukuran: mencapai 20 cm
Jangka Hidup: 10 - 20 tahun
Deskripsi
Goniopora stokesi dicirikan oleh tampilannya yang unik seperti bunga dan bentuk koloninya yang setengah bola (hemisferis) atau bulat bebas. Tekstur permukaan yang bulat, berpori, dan berbintik-bintik rapat ini sangat mirip dengan kulit buah jeruk purut atau jeruk keprok.
Perilaku
Karang Batu Jeruk memiliki beberapa perilaku unik yang sangat dipengaruhi oleh ritme cahaya, arus air, dan mekanisme pertahanan diri. Sebagai hewan koloni yang sensitif, perilakunya sering menjadi indikator utama kesehatan lingkungannya.
Reproduksi
Reproduksi Goniopora stokesi terjadi secara seksual dan aseksual, di mana metode aseksualnya tergolong sangat unik karena koloni induk mampu menghasilkan koloni satelit kecil yang akan terlepas secara alami untuk tumbuh mandiri di dasar laut. Di samping itu, karang batu jeruk ini juga memiliki mekanisme darurat bernama polyp bail-out, yaitu perilaku melepaskan polip individu dari kerangka kerasnya saat kondisi lingkungan memburuk agar dapat hanyut mencari tempat hidup baru yang lebih sehat. Sementara itu, reproduksi seksualnya dilakukan melalui aksi pemijahan massal, di mana karang akan melepaskan sperma dan sel telur secara bersamaan ke kolom air untuk menghasilkan larva planula yang bergerak bebas sebelum akhirnya menetap dan membentuk koloni karang baru.
Komunikasi & Persepsi
Komunikasi persepsi pada Karang Batu Jeruk (Goniopora stokesi) adalah cara karang ini "merasakan" keadaan di sekitarnya lalu membagikan informasi tersebut ke seluruh bagian tubuhnya. Karena karang ini tidak punya otak, mereka menggunakan jaringan saraf sederhana dan indra perasa kimia di kulitnya untuk mendeteksi bahaya, makanan, atau cahaya matahari.
Predator
Angelfish, butterfly fish, bintang laut, penyu dan burung laut.
Status Konservasi : Least Concern