Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Cnidaria
Class: Scyphozoa
Order: Semaeostomeae
Family: Ulmaridae
Genus: Aurelia
Taksonomi
Kingdom: Animalia
Phylum: Cnidaria
Class: Scyphozoa
Order: Semaeostomeae
Family: Ulmaridae
Genus: Aurelia
Habitat & Distribusi : Samudera Hindia-Pasifik
Makanan : Plankton, protozoa, larva ikan kecil
Ukuran: Diameter 25-40 cm
Jangka Hidup: 6 - 18 bulan
Deskripsi
Aurelia aurita berbentuk menyerupai payung transparan yang disebut bell. Bentuk tubuhnya mendukung untuk bergerak sehingga menghasilkan dorongan untuk berenang. Aurelia aurita tampak tembus pandang dan dapat diidentifikasi oleh empat gonad berbentuk tapal kuda. Ubur-ubur ini makan dengan mengumpulkan mangsanya dengan tentakelnya, dan membawa mangsanya ke dalam tubuh untuk dicerna. Pada bagian bawah bell terdapat manubrium yang berfungsi sebagai mulut. Aurelia aurita tidak memiliki alat pernapasan seperti insang, paru-paru, atau trakea. Spesies ini bernapas dengan difusi oksigen dari air melalui membran tipis yang menutupi tubuhnya.
Perilaku
Mereka umumnya ditemukan di kolom air, Ubur-ubur ini hanya mampu bergerak terbatas, dan hanyut dengan arus, bahkan ketika berenang. Ubur-ubur ini memerangkap mangsanya dengan arus yang dihasilkan dari denyutan pergerakannya.
Reproduksi
Mereka bereproduksi melalui siklus hidup kompleks dua tahap yang melibatkan reproduksi seksual dan aseksual. Siklus ini berganti-ganti antara bentuk polip yang menetap dan bentuk medusa (dewasa) yang berenang bebas. Pada fase medusa dewasa, reproduksi berlangsung secara seksual melalui pembentukan gamet jantan dan betina. Proses fertilisasi menghasilkan larva planula yang menjadi tahap awal perkembangan individu baru. Larva planula menempel pada substrat yang sesuai dan berkembang menjadi polip. Pada fase ini, reproduksi berlangsung secara aseksual melalui proses strobilasi yang menghasilkan ephyra. Ephyra kemudian tumbuh dan berkembang hingga mencapai fase medusa dewasa yang siap melakukan reproduksi seksual kembali.
Komunikasi & Persepsi
Karena tidak memiliki sistem saraf pusat, mereka tidak memiliki cara untuk melakukan komunikasi yang kompleks. Ubur-ubur ini berinteraksi dengan lingkungannya dan sesama spesiesnya melalui sinyal kimia, sensasi sentuhan, dan respons terhadap lingkungan.
Predator
Penyu laut, Ikan mola-mola, Ikan predator lainnya
Status Konservasi : Not Evaluated/ Unlisted